Secarik Cerita

Caraku Berdamai dengan 9 Tahun Jeda Karir : Masa Mengumpulkan Energi, Skill, dan Pengalaman

Suara mesin cuci yang berderit dan aroma minyak telon yang menempel di baju mungkin menjadi “seragam” harianmu saat ini. Aku kok tahu rasanya. Dulu, aku pun berdiri di sana—di antara tumpukan piring, pakaian kotor, dan jadwal imunisasi—sambil sesekali menatap layar ponsel, melihat kawan lama mengunggah foto meja kantor mereka. Ada rasa sesak yang halus, Apakah aku masih relevan kalau ingin kembali seperti mereka?

​Hai, Aku Henny. Aku pernah berada di masa jeda karir selama 9 tahun. Sembilan tahun tanpa kartu nama, tanpa deadline kantor, dan tanpa gaji bulanan yang masuk ke rekening pribadi. Rasanya seperti kehilangan kompas.

Dan setelah 9 tahun mendekam di masa jeda itu, aku akhirnya bisa berkarir kembali di sebuah kantor perusahaan industri berskala multinasional sebagai Staf Finance Accounting. Saat aku kembali ngantor, aku sudah berusia 33 tahun dan anakku kelas 3 SD.

Berdamai dengan “Kekacauan”

Berdamai dengan carut-marut kehidupan domestik bukan berarti menyerah pada keadaan. Ini tentang mengganti perspektif. Saat itu, aku belajar bahwa mengelola rumah tangga dengan segala kerumitannya adalah latihan multitasking dan problem solving tingkat tinggi. Jeda ini bukanlah lubang hitam, melainkan masa inkubasi.

Berdamai yang aku maksudkan adalah bagaimana aku bisa menggunakan masa jeda karir itu menjadi masa aku mengumpulkan energi, skill, dan pengalaman yang nantinya bisa membuat aku menjadi profil berkualitas dan siap pakai ketika kembali berkarir, ntah sebagai freelancer ataupun fulltimer.

Jadi, alih-alih aku menggerutu atau mengeluh karena belum ada panggilan interview atau tidak ada loker yang menerima pelamar seusiaku, aku mencari peluang-peluang baru yang bisa menjadi sumber penghasilan.

Toh, dengan skill dan pengalaman yang aku miliki dan maraknya digitalisasi saat ini, berkarir itu tidak harus dari kantor lagi. Tapi bisa bekerja dari manapun selama jaringan internet stabil dan alat kerja Laptop atau Tablet tetap ready to use.

Memanaskan Mesin, Persiapan Kembali ke Lapangan

Tahun 2026 ini menandai tahun ke-12 aku kembali bekerja. Jika dulu aku bisa melakukannya setelah hampir satu dekade vakum, aku yakin kamu pun pasti bisa. Namun, agar tidak “kaget” saat melompat kembali, mulailah mengumpulkan amunisi baru. Berikut adalah beberapa langkah praktis untuk memperbarui nilai jualmu :

  1. Sertifikasi Digital: Luangkan waktu 30 menit saat anak tidur untuk mengambil kursus online gratis di platform seperti Google Digital Garage, Udemy atau Coursera. Fokus pada digital marketing, manajemen proyek, atau analisis data dasar.
  2. Kuasai Tool Kolaborasi Modern: Pastikan kamu familiar dengan alat kerja masa kini seperti Slack, Trello, Notion, atau Canva. Ini menunjukkan bahwa kamu tidak “gaptek” meski lama di rumah.
  3. Bangun Portofolio dari Hal Kecil: Mulailah mengambil proyek freelance sederhana, menulis di blog pribadi, atau mengelola media sosial komunitas. Ini adalah bukti nyata bahwa skill-mu tetap tajam.
  4. Networking via LinkedIn: Perbarui profilmu. Jangan malu menuliskan “Career Break” dan ceritakan apa saja yang kamu pelajari selama masa tersebut.

Jeda Itu Berharga

Untukmu yang saat ini masih bergelut dengan rasa lelah dan keinginan kuat untuk mandiri secara finansial: Sabar, tapi jangan diam. Nikmati masa jeda ini sebagai bagian dari perjalanan heroikmu. Karirmu tidak mati; ia hanya sedang beristirahat untuk bangun dengan kekuatan baru.

​Ingat, transisi memang melelahkan, tapi melihat saldo rekening hasil kerja keras sendiri setelah sekian lama? Rasanya sungguh manis. Mari jemput kembali versi dirimu yang tangguh itu.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x