Secarik Cerita

Maksimalkan Produktivitas Jelang Pensiun Dini dengan ASUS Zenbook Duo

Produktivitas Menjelang Pensiun Dini. Haruskah?

Berbicara produktivitas pekerja kantoran bukan hanya untuk mereka yang masih aktif saja. Seorang pekerja yang akan memasuki masa pensiun pun masih membutuhkan upaya untuk tetap memiliki produktivitas. Baik pensiun normal karena sudah memasuki batas usia bekerja maupun pensiun dini yang saat ini sedang banyak terjadi.

Secara sederhana, pengertian Produktivitas adalah kemampuan sebuah sistem atau manusia dalam menghasilkan sesuatu.

Dan sejatinya, selama manusia itu masih hidup di dunia pastinya selalu ada proses belajar dan bekerja. Dan kedua proses itu akan menghasilkan sesuatu yang bisa didengarkan, dirasa, dilihat, dan disentuh.

Contohnya saja seorang nenek yang pensiunan guru yang suka membuat kue kesukaan cucunya pun sudah bisa dikatakan memiliki produktivitas. Karena ada proses dan hasil dari kegiatan membuat kue tersebut.

Jadi, seseorang yang sudah pensiun dari dunia kantoran pun masih bisa kok disebut produktif baik dari segi tenaga maupun pemikiran ataupun keduanya sekaligus. Bahkan produktivitas setelah pensiun itu juga masih bisa menghasilkan uang loh. Walaupun kebanyakan orang yang pensiun lebih banyak menggunakan produktivitasnya untuk melakukan kegiatan yang bertujuan untuk kesenangan saja, contohnya merajut.

Nah seperti yang dikatakan dalam quote berikut,

Pensiun dari pekerjaan, tetapi tidak dari kehidupan

– Anonim –

Artinya, kita bisa saja pensiun dari segala keruwetan kantor tempat kita bekerja tapi bukan berarti kita juga pensiun dari kehidupan ini kan. Kita masih harus melanjutkan kehidupan, apakah kita sudah pensiun normal atau pensiun dini.

Memang, tingkat produktivitas bisa berbeda untuk orang yang menjalani masa pensiun normal dengan orang yang pensiun dini.

Pastinya di masa pensiun normal, produktivitas akan lebih rendah. Dan untuk orang yang pensiun dini pastinya masih membutuhkan kadar produktivitas yang tinggi. Apalagi kalau saat mengajukan pensiun dini, orang tersebut masih berusia produktif dan juga sudah mempersiapkan profesi baru setelah pensiun.

Jadi kalau ditanya, haruskah orang yang akan pensiun itu tetap perlu mempunyai produktivitas? Jawabnya HARUS.

Rencanaku Pensiun Dini. Yakin?

Lanjut berbicara tentang pensiun dini, baik keluarga maupun teman-temanku cukup terkejut dengan rencanaku untuk juga mau pensiun dini dari kantor tempatku bekerja saat ini. Keterkejutan itu cukup wajar di saat banyak orang yang mengidamkan sebuah pekerjaan tetap ditambah maraknya PHK massal oleh beberapa perusahaan ternama.

Dan bukan hanya itu saja, perekonomian saat ini pun sangat tidak menentu disebabkan melambungnya harga bahan pokok. Belum lagi statusku sebagai kaum generasi sandwich, dimana ada Ibuku dan Anakku yang menjadi tanggung jawabku.

Dengan semua itu, yakin mau pensiun dini?

Aku jawab, YAKIN.

Tentunya yakinku itu tetap dengan perencanaan dan persiapan yang matang. Bukan hanya wacana bertempur tanpa senjata yang bisa berujung mati konyol.

Sebenarnya wacana pensiun dini sudah lumayan lama menggaung di pikiranku. Terlebih lagi banyaknya faktor dan alasan yang sepertinya memaksaku untuk menguatkan niat dan keyakinan untuk pensiun dini. Karenanya, persiapan menuju pensiun dini sebenarnya sudah sejak lama kucicil.

Tentunya bukan hanya menyicil tabungan untuk masa pensiun dini nanti tapi juga menyicil persiapan profesi baru setelah tidak lagi bekerja di kantor ini.

Dengan gambaran yang sudah aku miliki di masa mencicil tadi membuatku merasa yakin untuk mengajukan pensiun dini.

Atur Strategi Persiapan Pensiun Dini

Sebagai kaum generasi sandwich, jangan sampai aku ceroboh saat memutuskan pensiun dini. Karena itulah sejak lama aku sudah membuat persiapan kalau memang aku harus pensiun dini.

Karena aku sadar, aku tidak punya cukup waktu mengumpulkan tabungan untuk kehidupanku dan keluarga sampai akhir hayat. Hahaha…Pastinya itu butuh puluhan milyar rupiah kan.

Maka, hal paling pertama yang aku persiapkan adalah, MAU KERJA APA SETELAH PENSIUN DINI NANTI?

Ya tentu saja aku harus punya pekerjaan baru untuk menghidupi keluargaku.

Loh, katanya pensiun dini kok masih bekerja? Hehe, pensiun dini yang dimaksud adalah pensiun dari dunia kantoran. Tapi bukan berarti pensiun dalam mencari nafkah kehidupan.

Beruntungnya aku pernah mengikuti sebuah kursus Internet Marketing sebelum aku memasuki dunia kerja kantoran. Dan dari kursus itulah membawaku mengenal ilmu Blogging, SEO, Affiliate Marketing, dan Sosial Media.

Dan sekali lagi aku merasa beruntung karena walaupun aku sudah ngantor, tapi aku masih tetap produktif melakoni pekerjaan menulis artikel di blog walaupun terseok-seok di tengah padatnya kerjaan kantor. Di saat itulah mulai terbentuk cikal bakal revolusi profesi yang akan kujalani setelah pensiun dini nanti yaitu…

Content Creator

Strategi selanjutnya yaitu aku mulai mempelajari ilmu-ilmu yang berhubungan dengan dunia content creation seperti :

  1. Video Editing.
  2. Photo Shoot.
  3. Copywriting.
  4. Storytelling.
  5. Sosial Media.

Bahkan, aku pun tetap meningkatkan kemampuan bahasa inggris yang nantinya tetap diperlukan di berbagai profesi termasuk sebagai content creator.

Karena saat ini seorang content creator bukan hanya harus bisa menghasilkan konten semata yang viral sesaat, tapi harus bisa menghasilkan konten evergreen (abadi) yang bermanfaat bagi penikmat konteng sekaligus disukai oleh mesin pencari maupun brand company.

Selain menyicil tabungan dan ilmu, aku pun menyicil alat-alat kerja yang mendukungku menjadi content creator yang mumpuni yaitu :

  1. Wireless Microphone untuk merekam suara di konten video.
  2. Perkakas Photography seperti Tongsis, Gimbal, Photobox, Tripod, Ringlight, Background Foto.
  3. Aplikasi Photo Design dan Video Editor.
  4. Smartphone yang handal untuk merekam video dan mengambil foto setiap saat..
  5. Kamera DSLR untuk konten video tau foto yang lebih bagus.
  6. Tablet sebagai pendamping laptop untuk membuat konten di blog atau sosial media..
  7. Laptop sebagai alat kerja utama untuk mengolah semua kontenku baik artikel blog, sosial media, foto, dan video.

Baik tabungan, ilmu, dan juga alat kerja memang belum sepenuhnya sudah aku miliki sesuai rencanaku. Masih ada beberapa yang menjadi penghuni wishlist terutama alat kerja yaitu Kamera DSLR dan Laptop.

ASUS Zenbook DUO, Asisten Produktif Percepat Pensiun Dini

Dalam Copywriting dan Pembuatan konten di Sosial Media ada yang dinamakan metode ATM yaitu Amati, Tiru, Modifikasi.

Metode ini membantu para creator untuk lebih mudah membuat konten beserta caption marketing. Sehingga tidak ada alasan lagi kesulitan membuat konten karena kehabisan ide atau tidak kreatif. Cukup dengan rajin melakukan metode ATM pada konten-konten para kreator yang banyak tersebar di sosial media.

Dalam SEO, Riset Kata Kunci merupakan langkah awal sekaligus merupakan kunci menghasilkan konten artikel untuk bisa ada di halaman pertama mesin pencari Google.

Saat melakukan riset kata kunci, kita juga wajib melakukan riset terhadap artikel-artikel kompetitor yang mempunyai kata kunci yang sama. Bagaimana penulisan artikelnya, alur cerita, copywriting, dan juga situs-situs yang menjadi backlink di artikel kompetitor tadi.

Saat bekerja menerapkan metode ATM dan juga melakukan Riset Kata Kunci inilah aku selalu menggunakan Laptop dan Tablet bersamaan. Karena dua pekerjaan tadi akan lebih mudah dan lebih cepat dikerjakan dengan menggunakan Dua Layar Bersamaan.

Kalau saat bekerja di rumah, memang masih ok untuk menggunakan laptop dan tablet bersamaan. Tapi bagaimana saat aku harus bekerja di luar rumah atau di luar kota?

Membawa tablet dan laptop bersamaan itu buatku cukup sulit dan repot karena lumayan berat untuk punggung seorang perempuan berusia 40 plus plus. Belum lagi di ransel harus bawa tripod dan kamera. Waduh!

Dan kalau membawa salah satunya saja, tablet atau laptop, aku takut ada file yang aku perlukan malah adanya di alat kerja yang gak aku bawa. Bingung banget kan.

Nah, saat aku sedang menyala-nyala dengan rencana pensiun dini, saat itu pula dirilis Laptop ASUS Zenbook DUO yang buatku seperti sebuah titik cerah untuk memaksimalkan produktivitasku sebagai content creator sekaligus mempercepat pensiun dini.

Kenapa ASUS Zenbook DUO menjadi sebuah titik cerah buatku?

Alasan utamanya adalah Fitur Utama yang dimiliki ASUS Zenbook DUO selaras dengan strategiku mempercepat Pensiun Dini. Jadi aku bisa menjadikan ASUS Zenbook DUO sebagai Asisten Utama yang mempercepat setiap proses kerjaku, terutama untuk pembuatan konten.

Keunggulan utamanya adalah memiliki Dua Layar Sentuh Lumina OLED berukuran 14 inci penuh, Keyboard berukuran penuh yang mudah untuk dipasang dan dicopot, serta kehadiran cagak (built-in kickstand) di belakang monitor untuk pemakaian dua layar secara vertikal (tegak).

Fitur inilah yang menjadikan ASUS Zenbook DUO sebagai Laptop Revolusioner dengan Desain Inovatif namun Fleksibel, Mudah, dan Nyaman Digunakan karena fitur Dua Layar tersebut bisa digunakan dalam lima mode penggunaan sesuai kebutuhan oleh berbagai profesi di era digital saat ini.

Hadir dengan sistem operasi Windows 11, ASUS Zenbook DUO (UX8406) juga merupakan laptop berfitur Copilot untuk dukungan AI. Copilot di Windows 11 melengkapi keahlian dan kreativitas Anda dengan bantuan kecerdasan serta jawaban relevan. 
Selain itu, sudah dilengkapi Office Pre-Installed, agar Anda bisa nikmati semua manfaat dengan PC yang lengkap – PC sudah termasuk Office Home & Student 2021. Aplikasi Office versi lengkap (Word, Excel dan PowerPoint) memberikan semua fungsi yang dibutuhkan dan diharapkan oleh penggunanya.

Proses Kerja Dua Kali Lebih Cepat dengan 5 Mode Layar

Kehadiran dua layar di ASUS Zenbook DUO ini membuatnya bisa digunakan dalam lima mode pemakaian sesuai kebutuhan kerja.

Bertemu klien untuk mendiskusikan jenis konten yang diinginkan bisa lebih cepat tuntas ketika masing-masing pihak melihat layar monitor laptop.

Dengan Sharing Mode, aku bisa membuat sketsa konten di salah satu layar, lalu klien bisa melihat langsung hasil sementara sketsa konten di layar lainnya. Perfecto! Gak perlu lagi saling meminjamkan layar monitor untuk koreksi dan diskusi.

Untuk Dual Screen Mode bisa dipilih apakah mau menggunakan Virtual Keyboard (Touch Screen) di salah satu monitor atau Keyboard fisik yang bisa digunakan dengan bluetooth.

Dengan Dual Screen Mode inilah proses Riset Kata Kunci dan Riset Konten nantinya bisa kukerjakan bahkan dua kali lebih cepat dan bisa dikerjakan dimanapun. Jadi, aku gak perlu lagi membawa tablet dan laptop sekaligus.

Untuk aku yang hampir paruh baya, sangat butuh monitor dengan pandangan yang luas. Dengan menggunakan Desktop Mode, aku bisa bekerja dengan dual monitor tegak seluas hampir 20 inci (tepatnya 19,8 inci).

Menulis artikel akan lebih cepat selesai karena referensi artikel tepat di sebelah monitor kerja. Cukup dengan kerlingan mata saja. Tanpa perlu bolak balik menekan tombol Alt+Tab atau mata berpindah dari layar laptop ke layar tablet. Meja kerja juga lebih lega karena tidak ada lagi dua alat kerja dengan dua mouse yang bikin ribet.

Kalau Laptop Mode sih emang sudah bawaan aslinya ya. Gak perlu diragukan lagi gimana ringkasnya bekerja dimanapun dengan Laptop Mode untuk mengecek email, mengelola sosial media, bahkan sampai menonton Netflix untuk bersantai dari rutinitas pekerjaan. Karena, seringnya tuh aku mendapat ide konten pun dari tontonan di Netflix.

Grafis Intel®️ Arc™️ & Intel®️ AI Boost (NPU), Bikin Konten 2X Lebih Cepat

Pengalaman paling mengesalkan saat membuat dan mengedit konten di smartphone atau tablet itu adalah kalau tiba-tiba ngelag. Di saat sudah diburu deadline, proses upload video malah melambat dan bahkan macet bikin emosi.

Di ASUS Zenbook DUO ini tidak akan ada lagi emosi jiwa karena proses produksi konten yang macet. Karena laptop ini sudah dibekali dengan Grafis Intel®️ Arc™️ yang menghadirkan performa pembuatan konten yang tangguh dan mulus dengan visual yang imersif layaknya lompatan kuantum dalam performa game.

Jadi dengan Grafis Intel®️ Arc™️ ini, kecepatan pembuatan konten video seperti youtube, reels, ataupun tiktok bisa 1,75 kali lebih cepat dibanding laptop dengan Grafis Intel®️ Iris®️ Xè.

Selain kehadiran Grafis yang mumpuni dalam pembuatan konten berkualitas, dukungan Intel®️ AI Boost (NPU) yang merupakan mesin AI terintegrasi turut mendukung proses produksi konten yang lebih cepat dan mulus tanpa ngelag.

Kolaborasi kedua fitur ini yang akan membantuku semakin produktif membuat konten dengan kualitas pengeditan video superior tanpa membebani baterai laptop. Bahkan masa pakai baterai mencapai 1,57 kali lebih lama jika fitur NPU dinyalakan saat proses pembuatan konten.

Berhemat dengan Fitur Fast Charging

Selain membantu dalam membuat konten, ASUS Zenbook DUO juga membantu dalam menghemat biaya listrik.

Dengan kapasitas baterai 75Wh, laptop ini bisa dipakai selama 8 jam non-stop dengan penggunaan dua layar monitor. Artinya kalau menggunakan satu layar monitor, maka laptop bisa dipakai non-stop lebih lama yaitu sekitar 8,8 jam.

Dan dengan kemampuan Teknologi Fast-Charge, proses pengisian daya selama 49 menit sudah bisa mencapai tingkat 60% loh. Selain bisa hemat biaya listrik, baterai berkapasitas tinggi ini pun sudah ramah lingkungan.

Ringan Bikin Punggung Anti Bongkok

Sudah lumrah kalau perempuan yang semakin bertambah usianya maka kekuatan tulang dan organ tubuhnya pun semakin menurun.

Karena itu, perempuan yang berusia 40 tahun keatas wajib menjaga organ tulangnya dari cedera. Termasuk cedera karena membawa beban terlalu berat.

Berat ASUS Zenbook DUO ini hanya 1,35 kg saja dengan ketebalan 14,6 mm. Ukuran sempurna untuk punggungku yang juga memikul beban hidup yang sudah berat selama ini. Hahaha….ringan banget kan dengan segudang fitur yang dimilikinya.

Layar Cerah Alami Tanpa Merusak Mata

Di usia sekarang ini, terlalu lama menatap layar tablet atau smartphone sering bikin pandangan mataku menjadi lebih buram. Aku harus menutup mata selama beberapa saat untuk menormalkannya.

Efek seperti itulah yang diantisipasi oleh ASUS, sehingga mereka menghadirkan Layar Sentuh Ganda ASUS Lumina OLED 16:10 seluas 14 inci 3K dengan resolusi 2880 x 1800 di Zenbook DUO. Layar ini memiliki kecerahan 500nits dengan rasio layar terhadap body yaitu 91%. Dan layar ini memberikan 6 manfaat sebagai berikut :

  1. Warna yang lebih akurat.
  2. Visual yang dapat disesuaikan untuk menghemat daya.
  3. Memberi perlindungan pada mata dengan sertifikat rendah sinar biru yang berbahaya.
  4. Frame per detik yang lebih banyak membantu visual yang bergerak cepat lebih halus dan jelas.
  5. Sensor warna cahaya di sekitar otomatis menyesuaikan perubahan kecerahan dan suhu warna pada layar.
  6. Corning®️ Gorilla®️ Glass membuat layar 6 kali lebih tahan dibanding dengan kaca laptop biasa.

Memori 2TB RAM 32GB, Bisa Simpan 13 Ribu Video Reels.

Wow! Fantastis memorinya. Dengan kapasitas 2 TB, gak perlu repot beli memori tambahan untuk menyimpan video dan foto sebanyak yang kita suka.

Dan lebih bagusnya lagi, dengan kapasitas RAM 32GB tersebut, membuka berbagai aplikasi bersamaan pun gak takut laptop jadi ngelag kayak lalu lintas macet.Pastinya akan lancar jaya sampai selesai proses pengerjaan konten tanpa hambatan.

Spesifikasi Lengkap ASUS Zenbook DUO

ASUS Zenbook DUO tentunya bukan hanya punya fitur-fitur unggulan di atas saja. Tapi masih banyak sekali fitur-fitur unggulan yang memang sangat membantu setiap penggunanya terutama pegiat konten untuk 2X lebih produktif.

Berikut spesifikasi lengkap ASUS Zenbook DUO.

Strategi Tercapai, Pensiun Dini Menyala

Bukan hanya ASUS yang memiliki harapan untuk selalu bisa mendukung produktivitas para pekerja dengan fitur-fitur unggul di setiap unit yang diproduksinya. Aku pun mempunyai harapan 2X lebih besar bisa mewujudkan rencana pensiun dini secepatnya.

Terlebih ketika aku berkolaborasi dengan ASUS Zenbook DUO dengan Dua Layar Monitor yang pastinya membuatku 2X lebih produktif di setiap strategi mempercepat pensiun dini. Dan cita-citaku membahagiakan keluarga tanpa harus ngantor pun bisa 2X lebih cepat terwujud. Amin…

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

27 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Sugianto

ASUS Zen Book Duo ini salah satu laptop yang saya impikan, Kak. Keren banget desainnya, stylish. Langsng bayangin menikmati pensiun dengan laptop sekeren itu ya, Kak

Surya Adhi

laptop idaman dengan desain inovatif dan juga canggih, bisa banget ni buat menunjang produktivitas 😀

Arief Riyanto

Iya bener mas, butuh banget. Asus memang hadir untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya.

Pipit ZL

Salah satu gadget wishlisted yang belum tercapai. Moga2 tahun ini bisa kebeli. Aamiin

Deni Saputra

Asyik, review tentang Asus Zenbook Duo! Bisa jadi pertimbangan buat yang lagi cari laptop yang powerful dan stylish.

Iyah

Seri zen book ini semuanya memang menggoda yaaa. siap menemani kegiatan setelah pensiun dini tapi bukan berarti berhenti belajar ya kan kak 😀

Iim

Paling seneng nih kalau ASUS udah luncurin inovasi baru. Ini penting buat makin dicintai penggunanya, terutama untuk meningkatkan kreativitas dan profesi makin menyala.

Putu Felisia

Pensiun dini emang idaman banyak orang nggak sih? Tapi memang butuh kesabaran dan usaha keras di samping kerja yang proper.

Amir

Itu mimpiku banget sih bisa pensiun dini. Dan itu berarti kudu banyak effort karena lebih muda pensiunnya.

Dian

ASUS Zenbook DUO ini memiliki spesifikasi yang mumpuni untuk mendukung kreativitas dan produktivitas
Bisa menjadi teman untuk masa pensiun dini

Fandhy

Saya sangat setuju dengan tulisan ini, bilamana suatu ketika pekerjaan akan memasuki akhir karir niscaya perlu bekal skill dan materi agar tetap berkreasi dan menghasilkan karya selepas pensiun, apalagi bila kemudian pensiun dihi

Pur

Apa yang akan dilakukan setelah pensiun memang sebaiknya direncanakan sebelum pensiun. Karena saya mengalami sendiri dari orang-orang di sekitar saya, mereka yang setelah pensiun tidak ada kegiatan cenderung kurang happy.

Ririn Wandes

Pensiun dini ini sering sekali kuucapkan karena pengen bener-bener fokus kerja dari mana aja dengan perangkat digital. Maksudnya biar tidak kerja pergi pagi pulang petang. Menarik sekali kalau miliki ASUS Zenbook Duo ini ya,kak. Makin pengen deh.

Eri Udiyawati

Jadi pengen punya ASUS Zenbook Dua ini, mengingat laptop di rumah udah mulai rusak, baterai udah gak bisa nyimpen, dan udah leled. Pengen banget hikkss tahun gini ganti laptop yang sekece ini.

Habibah Auni

Wah, iya, multifungsi sekali ya series asus yang satu ini. Sangat bermanfaat untuk kita-kita yang banyak kesibukan.

Firmansyah

Wah, keren banget rencana dan strateginya Mbak Henny. Sudah tertata rapi ya. Jadi ya walaupun mau pensiun dini, I think it’s not a big deal. Kebetulan kita satu frekuensi nih, Mbak. Kalaupun pensiun dini nanti, selanjutnya ingin fokus kembangan dunia kreator digital, apalagi kalau didukung oleh laptop sekeren ASUS Zenbook DUO ini. Pasti mantap!

iputpj

Asus ZenBook duo ini impian banget bikin pekerjaan menulis jadi lebih mudah dan produktif semoga nanti bisa beli

Sarieffe

Wah…Asus zenbook ini memang idaman banget ya mba. Apalagi buat ngedukung aktivitas sebagai content creator. Aku juga kepincut pengen punya, kudu nabung dulu nih buat punya laptop super canggih dengan double screen yang modenya bisa diatur ini..aaaak…pengeeeenn

Yanti

ASUS emang selalu berhasil dalam menciptakan produk laptop dengan spesifikasi canggih bkin mau ganti laptop hehehe

Eka Fitriani Larasati

soal spesifikasi dan fitur, ASUS gak diragukan lagi. tapi soal inovais layak diacungi jempol nih. terutama untuk zenbook duo. layar nya ada dua!!!! bukan main. kerja jadi lebih praktis dan sat set ya

Happy Hawra

huaaaa pengen banget punya asus zen book duo ini. dari dulu aku pakai asus dan sekarang pengen banget upgrade ke asus zen book duo. semoga kesampaian :’)

Imelda Hutagalung

waaaaaaa… ini laptopnya keren gila ya. kemarin udah lirik-lirik di storenya, tapi karena sedang harus membeli 2 laptop sekaligus jadi agak ditahan dulu seleranya.

Ria Stefania

Keputusan pensiun dini memang perlu dipersiapkan sebaik mungkin. Apalagi kalau dibantu Asus ZenBook Duo semua kekhawatiranmu menatap masa depan pasti akan sirna. Semangat belajar jadi content creator kak…

lendyagassi

Pekerjaan jadi lancar apapun profesinya sejak menggunakan ASUS Zenbook DUO (UX8406) karena memang selain layarnya juga semua speknya bikin pekerjaan multitask bisa segera diselesaikan.

Vivi

5 mode layar? 2 layar?
Wahhh..
Ringan lagi ya..
Canggih beut..
Apalagi secara fisik canggih…
Emang ga dicantumin harganya, apa aku yang kelewat pas bacanya ya?

Icha Marina Elliza

Kalo bisa dibilang,Asus ZenBook Duo ini seakan asisten multitasking yang bisa membuat kita mengerjakan apapun menjadi lebih ringan dan hemat waktu.
Speknya gak main-main

Antin Aprianti

Asik banget kalau kerja pakai laptop Asus dengan 2 layar begitu ya kak, kerjanya bisa makin satset

27
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x