Film

How To Make Millions Before Grandma Dies, Antara Warisan dan Ketulusan

Gak nyesal deh aku nonton Film Thailand terbaru How to make millions before Grandma dies. Banyak pesan kehidupan yang kudapat. Dan untungnya aku nonton bareng anakku. Mudah-mudahan dia juga mengerti pesan-pesan kehidupan di film itu.

Awalnya aku gak merencanakan mau nonton film ini. Tapi karena ramainya konten reaksi di sosial media tentang film ini, aku jadi penasaran. Cusss…ajak Titi, anakku nonton film ini habis ibadah gereja minggu siang.

Karena tidak ada perencanaan sama sekali, kami telat beli tiket jadwal jam 14.10. Ternyata ramai banget yang nonton film itu. Ya sudah daripada pulang sia-sia, kami membeli tiket jadwal 16.35. Hehe…lumayan lama ya nunggunya. Sekitar 2,5 jam.

How To Make Millions Before Grandma Dies

Menurutku, film How To Make Millions before Grandma dies ini film dengan jalan cerita yang sederhana dan gak bikin pusing. Alurnya itu rapi dan benar-benar mengalir.

Makanya, sangat cocoklah mengajak orangtua, anak dan keluarga besar untuk menonton film ini. Karena jalan ceritanya yang sangat mudah dimengerti.

So, tentang apa sihh film asal negara tetangga Thailand ini?

Dari poster dan judulnya kita sudah bbisa menangkap kalau film ini tuh bertema Keluarga.

Ya, film ini bercerita tentang sebuh keluarga keturunan cina yang tinggal di Thailand.

Berawal dari M, seorang pemuda yang addict dengan game online melihat sebuah keberuntungan yang diperoleh sepupunya Mui saat kakek mereka meninggal.

Keberuntungan apa?

Seperti rejeki nomplok, Mui mendapat warisan rumah sang kakek karena dialah yang sudah mengurus kakeknya selama sakit. Bahkan Mui mengurus 24 jam penuh mulai dari menyuapi, mengganti popok, sampai menemani dan bercanda dengan sang kakek.

Lalu teringatlah M dengan Amah, neneknya yang merupakan orangtua Ibunya. Kebetulan Amah terkenan kanker stadium 4 yang sudah cukup parah.

Muncullah ide M untuk menemani dan merawat Amah agar bisa mendapat warisan untuk mewujudkan cita-citanya sebagai gamer.

Awalnya Amah tahu dan curiga dengan kedatangan M ke rumah amah yang tiba-tiba dan langsung ingin tinggal di rumah Amah.

Namun, seiring berjalannya waktu, Amah dan M semakin akrab dan dekat. Bahkan M pun ikut menemani Amah berjualan congee di pasar. Lalu menghabiskan waktu bermain kartu setelah pulang berjualan.

M pun tetap berkonsultasi dengan Mui bagaimana mengambil hati sang nenek supaya nanti hanya namanya yang selalu diingat di daftar warisan.

Pesan Mui hanya satu.

Orangtua itu sebenarnya hanya menginginkan WAKTU dari anak-anaknya di masa tua mereka. Sayangnya, semakin mereka menua, anak-anaknya pun semakin tidak mempunyai waktu menemani orangtua mereka.

Di saat sakit Amah semakin parah, konflik pun bermunculan yang memperparah sakit Amah. Mulai dari putra bungsunya Soei yang tidak pernah mau bekerja, suka berjudi, dan hanya tahu menghabiskan uang Amah. Biasanya Soei datang kalau hidupnya bermasalah.

Belum lagi Akiang, putra tertuanya yang workaholic. Tidak bisa sebentar saja bersenda gurau bersama keluarga. Selalu punya banyak alasan menghindari pertemuan keluarga yang lama. Namun, dia yang sudah kaya pun mengincar pembagian warisan.

Hanya Chew, Ibu M yang memang tulus mau menyediakan waktu merawat Amah. Namun sayang, statusnya sebagai Orangtua Tunggal bagi M membuatnya sering mengambil kerja tambahan.

Lalu M, yang akhirnya ketahuan sama Amah bahwa M membuat iklan untuk menjual rumah sang nenek.

Gimana gak hancur ya hatinya Amah.

Scenes Paling Bikin Mewek

Banyak yang bilang Film How to Make Millions before Grandma dies ini bikin mewek berjamaah. Dan ternyata memang benar.

Dan buat aku, scenes yang paling bikin mewek itu adalah saat :

  1. M memandikan Amah. Itu rasanya sedih, haru, lucu campur jadi satu.
  2. Amah mengajak anak-anaknya main kartu tapi ditolak mentah-mentah sama Akiang.
  3. Amah yang sudah semakin parah malah dibikin di Panti Jompo dengan kamar sempit berisi 3-4 orang. Dan ini adalah ulah dari Soei yang tidak mau menerima Amah tinggal di apartemennya. Padahal Soei sudah menjual rumah warisan dari Amah. Ini bener-bener bikin nangis bangettttt.

Hayo….kalian mulai berlinang-linang juga? Penasaran kan siapa saja yang dapat warisan? Trus, apakah usaha M mendapat warisan dari Amah berhasil? Langsung aja nonton ya. Mumpung masih tayang di bioskop loh.

Pesannya Apa?

Kalau kamu selalu memberikan waktumu dengan penuh ketulusan kepada orangtua, kamu akan mendapat segala kebaikan hidup dan juga warisan berharga dari orangtua.

Jangan langsung berpikir tentang warisan materi ya.

Sepanjang film ini, aku jadi teringat gimana sulitnya aku menyediakan waktu sekedar mendengar Ibuku yang bercerita tentang harga bahan pokok yang naik, tentang menikahnya anak tetangga, atau tentang hilangnya anjing kesayangan seberang rumah, dan banyak cerita lainnnya.

Pulang ke rumah, yang di pikiran langsung kerja lagi.

Aihhhh, ternyata aku jahat juga seperti Akiang ya. Bertobat…bertobat!!!

Jangan harus nunggu nonton Film How to Make Millions before Grandma dies baru sadar orangtua itu butuh sekali waktu dari kita anak-anaknya.

Kalian punya cerita atau kenangan tentang menyediakan waktu bersama orangtuakah? Share cerita kalian di kolom comment ya….

Kita mengharu biru bareng-bareng yuk…

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Suci

awalnya kupikir ini film korea, rupanya Thailan.
Dan samaa, aku nonton juga karena lihat euproia di medsos.
Sayangnya aku nonton jam 9 malam, boro2 aku nangis yang ada aku ketidiran zzzzzzzz
Tapi secara garis besar aku paham benang merah ceritanya.
Ngga rumit, settingnya juga alami di perumahan kampung2 sana gitu yaa.
Sofar enak sih, pantesl ah jadi bahan pembicaraan.

1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x