Perjalanan

Graha Maria Annai Velangkanni, Gereja atau Kuil?

Secarik Kesan Graha Maria Annai Velangkanni

Kota Medan terkenal dengan wisata kuliner yang sangat menggoda iman para pelancong yang berkunjung ke Medan. Mulai dari kuliner khas Melayu, Batak, Tionghoa, sampai India pun ada di Medan. Bahkan kuliner asal luar negeri dan daerah luar Sumatera Utara pun ada di Medan.

Keberagaman ini bukan tanpa sebab. Penduduk Medan yang terdiri dari banyak suku menjadi sebab banyaknya variasi kulinernya.

Dan bukan hanya Wisata Kuliner saja yang beragam. Objek Wisatanya pun beragam dari berbagai latar berlakang suku masyarakat yang tinggal di Medan. Termasuk Graha Maria Annai Velangkanni sebagai objek wisata yang unik di Kota Medan.

Kesan pertama melihat gambar bangunan Graha Maria Annai Velangkanni, dalam pikiran langsung muncul, ini Gereja atau Kuil ya?

Haha, memang selalu ada penyebutan gereja setiap orang-orang menceritakan perjalanan mereka ke salah satu objek wisata di Medan ini. Ya, banyak juga warga kota Medan maupun luar kota Medan yang datang berwisata rohani ke gereja umat Katolik ini. Bahkan masyarakat yang bukan beragama Katolik atau Kristen pun ada yang berwisata ke gereja ini.

Dilihat dari kejauhan, bangunan gereja ini memang sangat mirip dengan kuil umat Hindu. Namun setelah kita memasuki area gereja dan mendekati bangunan, simbol salib ternyata banyak melekat di dinding-dinding gereja dan bangunan-bangunan di komplek gereja.

Graha Maria Annai Velangkanni

Lalu ada juga patung Yesus saat meminta air kepada Perempuan Samaria yang diletakkan di depan gereja berdekatan dengan air mancur yang ada tulisan “Akulah Air Hidup” seperti perkataan Yesus kepada Perempuan Samaria itu. Dan di atas patung itu juga ada tulisan kalimat Yesus yang lebih panjang yang diucapkanNya kepada perempuan itu.

Semakin kita memasuki bangunan gereja, bukan hanya nuansa Katolik yang semakin kentara tapi kesan Kuil Hindunya pun tetap terlihat.

Namun dalam hal ini nuansa kuil Hindu bukan dalam bentuk patung Dewa atau ajaran-ajaran Hindu yang menempel di gereja. Tapi semua unsur Katolik yang ada di gereja dihadirkan dalam bentuk yang menyerupai ornamen-ornamen di kuil Hindu.

Nah, itu secarik kesan terhadap Graha Maria Annai Velangkanni yang sering membuat bingung apakah ini gereja atau kuil. Yuk, lanjut kita eksplor tentang objek wisata rohani yang satu ini.

Secarik Sejarah Graha Maria Annai Velangkanni

Melihat uniknya bangunan gereja ini, bikin aku penasaran dengan latar belakang dan sejarah terciptanya bangunan ini.

Melalui situs resminya, sejarah singkat pembangunan gereja ini dilatarbelakangi oleh keinginan membangun aula pertemuan yang lebih luas untuk para umat Katolik dari komunitas masyarakat suku Tamil di Medan.

Pastor James Bharataputra
Pastor James Bharataputra

Kebetulan ada lahan yang sudah lama dibeli oleh seorrang Pastor di Keuskupan Agung Medan yaitu Pastor James Bharataputra yang tadinya akan digunakan untuk relokasi sekitar 50 keluarga Katolik Tamil. Letak lahan itu di daerah Tanjung Selamat.

Adapun awal keberadaan umat Katolik Tamil di Medan yaitu pada abad 19 ketika perusahaan perkebunan dari Prancis dan Belanda membawa pekerja imigran dari India untuk dipekerjakan di perkebunan di daerah Deli Serdang.

Namun sayangnya, komunitas katolik tamil tersebut berkembang tidak ke arah yang lebih baik. Malah mereka hidup didalam ketakutan, kemarahan, dan ketidakpastian di daerah yang penuh dengan aksi kejahatan, alkohol, dan kemiskinan.

Melihat keadaan umat katolik tamil inilah, Pastor James berusaha keras membantu mereka keluar dari lingkungan gelap itu. Namun, niat baik Sang Pastor dari India itupun mengalami penolakan. Akibatnya lahan yang sudah dibeli tadi terbengkalai.

Pembangunan gereja yang menadopsi gaya Indo-Mughal ini memakan waktu sekitar 4 tahun yaitu 2001-2005 lalu diresmikan pada 1 Oktober 2005 dengan pemberkatan dilaksanakan oleh Uskup Agung Medan Mgr. Alfred Gonti Pius Datubara OFMCap juga Gubernur Sumatera Utara saat itu yaitu Bapak Rudolf Pardede..

Dan pada akhirnya yang dibangun bukan hanya aula pertemuan saja namun juga gereja untuk kebaktian penyembahan. Itulah sebabnya bangunan gereja ini terdiri dari 2 lantai untuk tempat berkumpulnya umat katolik yaitu Aula pertemuan di lantai 1 dan Ruang Penyembahan di lantai 2.

Pemberian nama Graha Maria Annai Velangkanni didasari oleh penghormatan umat Katolik Tamil terhadap Bunda Maria yang terberkati dari Velangkanni, India.

Graha Annai Velangkanni di India sendiri pun sudah menjadi tempat ziarah yang dibangun sekitar 350 tahun yang lalu dan sudah menarik jutaan orang yang berziarah dari berbagai etnis di seluruh dunia. Dimana para peziarah ini pun meyakini bahwa Bunda Maria Annai Velangkanni merupakan Ibu Surga yang membawa kesembuhan umatnya.

Graha Maria Annai Velangkanni, Gereja yang Unik

Keunikan-keunikan gereja inilah yang membuat jari-jemariku tergoda untuk mengulasnya.

Gereja katolik namun dibangun dengan kentalnya nuansa Kuil Hindu dan gereja ini ada di kota Medan dengan keberagaman suku dan budaya. Keberadaan gereja ini menambah keindahan warna-warni budaya di Kota Medan.

Gereja ini memang sangat tepat menjadi tujuan wisata rohani lokal untuk meningkatkan keimanan dan juga pemahaman peristiwa-peristiwa Ilahi. Dan semua bagian arsitektur gereja ini sarat makna keimanan dan melambangkan ajaran Tuhan.

Untuk masuk ke komplek Gereja, kita akan melewati gapura yang ada lukisan wanita dari suku batak yang sedang menari di seblah kana dan kiri gapura. Sementara di atas gapura ada tiga miniatur rumah adat batak.

Kita juga akan disambut oleh penerima tamu yang duduk dengan buku tamu tidak jauh dari gapura agar para pengunjung bisa langsung mengisi data diri begitu masuk ke komplek gereja.

Lalu ketika kita memasuki komplek gereja, ada patung Bunda Maria Annai Velangkanni dengan menggendong bayi Yesus. Patung ini diletakkan di depan gereja sekitar 2 meter dari gapura pintu masuk.

Kedua lantai bangunan graha dihubungkan dengan dua lerengan naik di sebelah kanan dan kiri yang menggambarkan bumi dan langit. Dan di sisi lerengan ini pun ada tertulis peristiwa penciptaan dari awal sampai akhir seperti yang tertulis di Alkitab. Lalu di lerengan juga ada lukisan Yesus mulai dari masa mudanya sampai ke penyaliban.

Bagian yang paling unik adalah 7 Menara dan 3 Kubah di atas bagunan gereja. Jumlah 7 mewakili ‘Surga’ di Budaya Barat, Hindu, dan Muslim. Namun, dihubungkan dengan ajaran Katolik bahwa Yesus naik ke Surga untuk menyediakan rumah untuk semua orang yang percaya kepadaNya. Sedangkan 3 kubah menggambarkan ajaran Trinitas dalam agama Katolik.

Dan ternyata, bangunan gereja ini bukan hanya memiliki unsur kuil Hindu tapi juga seperti kuil Buddha di Tibet. Unsur kuil Buddha terlihat pada beberapa arsitektur bangunan yang menghadirkan karakterk Cina seperti kedua lerengan menuju lantai 1 yang mirip dengan istana di Kota Terlarang di Beijing, Cina.

Dimana dan Cemana Mau Kesana?

Kalau kalian pengen berwisata rohani atau sekedar melihat keunikan arsitektur Gereja ini, kalian tidak perlu takut soal transportasi. Tempatnya itu mudah dijangkau berbagai transportasi umum yang ada di Medan seperti angkot maupun transportasi online.

Berikut Alamat, Jadwal, dan Peta yang bisa membantumu lebih cepat sampai ke Graha Maria Annai Velangkanni. Oiya, untuk petanya aku ambil patokan titik awalnya dari Kampus USU ya.

Alamat : Taman Sakura Indah, Jl.Sakura III no. 7-10, Tanjung Selamat, Medan

Patokan : Dekat Persimpangan Pajak Melati dan Penangkaran Buaya Asam Kumbang.

Jam Buka : 07.00 am ( 7 pagi )

Peta Menuju Graha Maria Annai Velangkanni (Sumber : Google Maps)

Yuk, kita kembangkan objek wisata lokal dengan berwisata di dalam negeri saja. Selain menambah pendapatan untuk UMKM sekitar objek wisata, juga bisa menghemat kan. Masih banyak kok objek wisata di kota Medan maupun Sumatra Utara yang bisa dikunjungi dan disebarluaskan keindahannya melalui sosial media untuk menarik wisatawan lokal.

Sumber :

  1. Sejarah : Situs Resmi Graha Maria Annai Velangkanni
  2. Gambar : Laman Resmi Instagram Graha Maria Annai Velangkanni
1 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Ririn Wandes

Pernah juga kesini saat awal baru ada dan memang dari segi desain pun bangunannya sudah sangat menarik ya,kak.

1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x