Secarik Cerita

Pak Luhut Binsar Sakit. Berasa ngaca ke diri sendiri

Pak Luhut Binsar Sakit

Dua hari belakangan ini, kita banyak membaca berita yang berseliweran baik di TV maupun sosial media tentang Pak Luhut Binsar sakit.

Bahkan beritanya, beliau sampai dilarikan ke Singapura untuk mendapatkan penangan medis. Namun Juru Bicara Kemenko Marves sudah berbicara ke publik menjelaskan keadaan sebenarnya Pak Luhut.

Lumayan kaget saat baca beritanya karena baru saja beberapa hari sebelumnya Sang Menko Kemaritiman dan Investasi Indonesia ini berulangtahun yang ke-76 pada 28 Septembre 2023. Acara syukuran ulangtahun Menteri yang sering disapa Opung Luhut ini pun dihadiri beberapa pejabat dan tokoh politik Indonesia.

Nah, balik lagi ke masalah Pak Luhut yang sedang sakit saat ini. Membaca headline berita-berita membuatku seperti ngaca diri sendiri. Seenergiknya kita, sebriliannya otak kita, sebijaknya kita, kalau sudah disangkutpautkan dengan usia pasti ada kekurangannya.

Ya, faktor U.

Seperti kita tau kalau Pak Luhut punya beberapa jabatan dan kesibukan baik di pemerintahan maupun bisnis pribadi. Wajar memang kalau Pak Luhut menangani beberapa bidang karena memang selama ini beliau mampu dan sanggup menjalankan setiap bidang yang diamanatkan.

Mungkin karena itulah, baik Presiden ataupun pihak lainnya merasa yakin memberikan tongkat kepemimpinan beberapa bidang kepada Pak Luhut Binsar.

Namun, faktor U tidak bisa dielakkan. Tubuh yang seharusnya lebih banyak istirahat malah dipacu untuk memikirkan berbagai permasalah dan target kerja. Dan bukan hanya fisik, otak pun akan mengalami penurunan kinerja. Dan saat otak kelelahan lalu diikuti fisik yang kelelahan juga, di saat itulah kita akan drop.

Aku Pernah di Posisi Pak Luhut Binsar

Nah, seperti yang aku bilang tadi, saat tau berita Pak Luhut Binsar yang sakit karena kelelahan, aku jadi seperti berkaca ke diri sendiri.

Overload.

Beban kerja dan tanggung jawab yang melebihi kemampuan diri. Itu aku alami di kantor. Walapun sampai saat ini semuanya masih aman terkendali.

Dan orang-orang di kantor, baik atasan maupun rekan kerja melihatnya biasa aja karena memang tidak pernah terjadi masalah. Terselesaikan dengan baik.

Padahal untuk mencapai keadaan yang aman terkendali itu aku harus bekerja di rumah sampai malam. Dan aku juga ebih sering pulang kantor itu jam 7 malam ke atas. Belum lagi hari minggu pun aku mencicil pekerjaan kantor di rumah.

Dan ditengah beratnya beban kerjaku di kantor, aku pun masih melakoni profesi sebagai freelancer, yaitu blogger dan content creator. Plus, kursus online beberapa bidang ilmu.

Emang gak sakit? Gak capek?

Duh, jangan ditanya lagi deh. Badan rasanya mau rontok. Dan gak jarang sering meriang, flu, dan juga lemas seperti kurang darah. Untuk asupan tenaga, aku hanya mengandalkan beberapa suplemen dan vitamin. Kalau badan mulai terasa gak enak, langsung minum obat.

Alhasil, aku tetap bisa hadir masuk kerja menuntaskan semua tanggung jawab serta tetap lembur. Dan pas sampai di rumah, langsung tepar. Kadang-kadang gak sempat lagi untuk skincare-an saking udah lemes banget.

Ada yang bilang karena tubuh gak pernah olahraga jadi gampang lelah. Lah, gimana mau olahraga. Pergi ke kantor jam 7 pagi dan pulang kerja paling cepat jam 7 malam. Ditambah aku mengerjakan my side hustle setelah pulang kerja dan sebelum berangkat kerja pagi. Waktu olahraga hanya hari minggu. itu pun jarang juga.

Akhirnya Tepar

Nah, akhirnya kekuatanku runtuh juga alias tepar. Bukan hanya secara fisik tapi juga secara mental.

Aku mengidap radang kelenjar getah bening akut selama hampir 2,5 tahun. Lalu kemudian aku mengalami sedikit gangguan mental karena burnout terhadap pekerjaan.

Begitulah, walaupun kita sudah memberi asupan vitamin dan suplemen serta makanan yang bergizi termasuk susu juga, yang namanya tubuh kurang istirahat itu sangat tidak baik.

Seperti mesin yang dipaksa beroperasi terus menerus dan menanggung beban berat, pasti suatu saat akan jim juga kan.

Ternyata bukan hanya tubuh saja yang semakin hari semakin menurun kinerjanya selaras pertambahan usia. Otak juga bisa.

Walaupun hasil dari penelitian Mischa Von Krause, PHD dari Institut Psikologi Universitas Heidelberg mengatakan bahwa kinerja otak tidak menurun, tapi ada batasnya. Kinerja otak manusia tidak menurun hingga usia 60 tahun.

Namun yang membuat lambat adalah respon tubuh terhadap otak yang bersumber dari faktor eksternal. itulah sebabnya, fisikawan Stephen Hawking tetap punya otak cemerlang walaupun mengalami penurunan kinerja fisik akibat penyakit.

Penutup : Sehat-sehatlah kita semua

So, kesehatan tubuh itu sangat penting dan harus didahulukan. Karena kalau tubuh sehat, otomatis bisa cepat merespon setiap perintah otak.

Percuma kan, punya segudang ide brilian atau visi misi yang hebat, tapi tidak pernah terwujud karena tubuh keburu kelelahan yang ujungnya hanya ada rasa malas.(Sssttt…saat ini pun aku mengalami itu).

Buat Opung uhut semoga lekas sehat dan bisa berkumpul penuh sukacita bersama keluarga dan masyarakat Indonesia.

Dan buat kita, pandai-pandailah mengatur waktu kerja dan memiliah beban kerja. Kalau memang harus menanggung banyak tanggung jawab kerja, carilah referensi bagaimana mengatur waktu agar ada jeda untuk istirahat yang cukup.

Dan dahulukan untuk urusan ibadah agar tidak semakin stres. Sehat-sehat kita ya…

Referensi :

  1. https://www.yesdok.com/id/article/kinerja-otak-manusia-tidak-menurun-hingga-usia-60-tahun/
  2. https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20230314043011-199-924638/5-tahun-wafatnya-hawking-jatuh-bangun-si-jenius-yang-tak-risau-iq#:~:text=Stephen%20Hawking%2C%20yang%20meninggal%20di,hingga%20jatuh%20bangun%20dalam%20percintaan.
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

4 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Hastira

Setuju. Seimbang ya agar tubuh kita gak sakit. Kesimbangan antara kerja, olga, danrefreshing. Apalagi usia semakin tua kerasa banget tubuh suka cepat lelah dll

Fanny_dcatqueen

Feel you mba. Tapi memang untuk orang kantoran pasti susah yaa nyempetin waktu olahraga. Secara aku pernah ngerasain ngantor dari pagi sampe malam, kapan coba mau olahraga. Ya udh capek duluan.

Skr aku bisa rutin ya Krn udh resign.

Jadi memang bagi yg susah utk rutin workout mau ga mau hrs istirahat cukup, makanan yg sehat dan suplemen vitamin.

Pernah ngalamin otak burnout pas kuliah. Aku termasuk yg sangaaat cepat kalo menghapal sesuatu, termasuk pelajaran. Tapi mungkin Krn saat itu diforsir banget, demi ngejar target bisa cumlaude, aku ngalamin yg namanya otak ga bisa dipake buat menghapal, mengingat atau memahami pelajaran. Gila sih, rasanya tersiksa 😭.

Jadi tahu gimana orang yg susah dlm hal belajar, hrs dipaksa belajar. Aku akhirnya terpaksa ngubah cara belajar, dan hrs istirahat Bbrp waktu. Kapok sejak itu memforsir tenaga.

4
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x