Secarik Cerita

Remaja Bebas Anemia menjadikan Indonesia Tangguh berkompetisi Global

“Loh…kok lesu amat?”, tanyaku sepulang ngantor pada Titi, putri semata wayangku yang lagi terduduk lemas di sofa depan TV.

“Agak pusing Ma. Dari pulang sekolah tadi sih.”, jawabnya tanpa melihat wajahku.

 Pulang kantor ngeliat anak lesu lemas begitu bikin tubuh yang capek juga ikutan tambah lemes. Penasaran ada apa, apakah sakit atau lagi stress karna kebanyakan tugaskah.

Sumber Image : www.jawapos.com

Setelah selesai mandi, aku lanjut deketin anakku yang masih tiduran santai di sofa. Usut punya usut ternyata dia tuh lagi M. Pasti udah taulah ya apa artinya M, itu tuh tamu bulanannya para wanita alias Menstruasi.

Pantas aja…ini memang bulan kedua mendapat tamu M buat Titi. Jadi wajarlah masih belum akrab sama tamu yang satu ini.

Dari gejala-gejalanya aku langsung nangkep nih, berarti anakku mengalami Anemi Defisiensi Besi.

Apa tuh Anemia Defisiensi Besi? Okeee…kita ulas pelan-pelan ya biar sama-sama belajar dan paham.

Anemia Defisiensi Besi

Istilah Anemia Defisiensi Besi merupakan suatu kondisi dimana tubuh mengalami kekurangan zat besi yang merupakan pembentuk Sel darah merah atau Hemoglobin. Nah, sel darah merah ini sangat dibutuhkan tubuh untuk membawa dan mengikat Oksigen dari Paru-paru menuju seluruh organ tubuh dan sebaliknya juga membuang karbondioksida dari sel-sel oragn tubuh ke paru-paru.

Sumber Image : Nutrisi Untuk Bangsa

Karena itu, seseorang yang mengalami anemia seringnya akan mengalami lemah, letih dan lesu diakibatkan kurangnya oksigen dalam organ-organ tubuhnya. Adapun beberapa gejala yang sering muncul akibat Anemia itu adalah :

  1. Napas Pendek cepat.
  2. Sering Sakit Kepala
  3. Detak jantung
  4. Sulit Konsentrasi.
  5. Mudah Lupa.
  6. Nyeri dada
  7. Terlihat Pucat.

Kalau anak remaja mengalami beberapa gejala tersebut di atas, bisa jadi mengalami Anemia Defisiensi Besi dan dianjurkan untuk periksa ke dokter.

Sumber Image : Nutrisi Untuk Bangsa

Seperti kasus anakku Titi tadi, Menstruasi menjadi salah satu penyebab paling sering yang mengakibatkan anak remaja mengalami Anemi Defisiensi Besi terutama remaja putri. Di saat tubuh remaja tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup terutama Zat Besi ditambah lagi mengalami menstruasi yang menguras banyak darah, akibatnya adalah remaja akan mengalami gejala-gejala anemia tadi.

Perbaikan Gizi Remaja sebagai Prioritas Perbaikan Generasi Masa Depan

Seperti Titi anakku tadi yang bisa menjadi gambaran remaja kebanyakan saat ini. Bukan hanya faktor Menstruasi yang menjadi penyebab anemia pada remaja tapi juga faktor asupan gizi yang mereka terima. Bagaimana peran orangtua menyediakan asupan yang bernutrisi baik dan juga peran sekolah dalam mengawasi perilaku remaja di sekolah ketika memilih jajanan.

Sumber Image : Nutrisi Untuk Bangsa

Banyak remaja yang memilih jajanan hanya karena rasanya yang enak di mulut saja atau yang lagi trend di kalangan remaja. Ditambah lagi banyak remaja putri yang juga sering ikut-ikutan diet sembarangan supaya punya tubuh kurus seperti Idola K-Pop atau artis sinetron. Akibatnya, tubuh remaja mudah lelah dan sakit yang ujung-ujungnya mengganggu prestasi remaja itu sendiri. Padahal, di masa pertumbuhannya remaja harus mendapatkan asupan nutrisi yang cukup agar tubuhnya bisa bertumbuh dengan baik dan sehat.

Remaja di masa pertumbuhannya haruslah menerima Nutrisi yang baik salah satunya Zat Besi. Dan bagaimana Penyerapan Zat Besi itu bisa dengan terlaksana baik oleh tubuh juga dipengaruhi nutrisi dan gizi yang dikonsumsi.

Jadi, jika ingin Remaja itu tercukupi Zat besinya, maka harus dibarengi dengan asupan Vitamin C yang juga cukup. Karena Vitamin C berperan dalam penyerapan Vitamin dan Zat Besi. Vitamin C sendiri bisa didapat dari buah-buahan dan sayuran seperti :

  1. Jambu Biji.
  2.  Jeruk
  3.  Kiwi
  4. Pepaya
  5. Stroberi
  6. Lemon
  7. Brokoli
  8. Bayam Sawi
  9. Cabai
  10. Paprika Kuning

Sedangkan Zat besi bisa didapat dari sumber-sumber makanan berikut :

  1. Daging merah
  2. Kerang-kerangan
  3. Ikan
  4. Hati
  5. Sereal
  6. Kacang Kedelai
  7. Kacang-kacangan
  8. Bayam
  9. Tahu
  10. Kentang

Nah, kita sudah mengetahui sumber-sumber Nutrisi yang banyak mengandung Zat Besi dan Vitamin C, jangan lupa untuk menyertakan Susu Pertumbuhan sebagai pelengkap untuk menunjang pertumbuhan anak remaja . Karena dalam 1 gelas susu pertumbuhan itu mengandung banyak sekali Vitamin dan Mineral yang pastinya juga berperan dalam tumbuh kembang anak remaja dan juga membantu memberikan nutrisi agar remaja lebih kuat dalam setiap aktivitasnya.

Karena itulah, Perbaikan Gizi dan Nutrisi pada remaja itu menjadi langkah awal jika kita ingin melihat Indonesia yang kuat di masa depan. Karena tidak akan mungkin Indonesia menjadi Negara yang kuat kalau generasi mudanya itu lemah, letih, lesu karena anemia.

GESID, persembahan Danone Indonesia untuk membangun Generasi Sehat

Sebagai perusahaan yang concern menghasilkan produk-produk Nutrisi terbaik, Danone Indonesia juga turut serta mengambil andil dalam menciptakan perbaikan gizi pada remaja, dengan menghadirkan Program GESID.

GESID sendiri merupakan singkatan dari Generasi Sehat Indonesia. Dan program ini tercipta untuk memerangi Triple Burden masalah gizi Indonesia yaitu Gizi Kurang, Gizi Lebih, dan Kekurangan Zat Gizi Mikro.

Sumber : Youtube Channel Nutrisi Untuk Bangsa

Dalam buku Panduan GESID, ada 3 pilar penting yang dijelaskan yaitu :

  1. Aku Peduli, yang menjelaskan bagaimana seharusnya remaja itu mengenali fase demi fase perkembangan dan pertumbuhan tubuhnya sendiri.
  2. Aku Sehat, yaitu menjelaskan pemahaman terhadap peranan gizi seimbang terhadap pertumbuhan mereka agar menjadi remaja yang kuat dan sehat supaya siap untuk menghadapi berbagai kompetisi dan juga aktivitas.
  3. Aku Bertanggung Jawab, yaitu mengajak  remaja menyikapi berbagai permasalahan sosial serta mengajak mereka untuk bersemangat membangun karakter yang positif dan bisa menjadi teladan bagi remaja lainnya.

Hari Gizi Nasional 2021 untuk Remaja Sehat Bebas Anemia

Sumber Image : Danone Indonesia

Begitu pentingnya Perbaikan Gizi pada remaja sehingga pada tahun 2021 ini, Hari Gizi Nasional memberikan tema yang bikin aku sebagai seorang Ibu sangat tersentuh dan lebih antusias lagi dalam memperhatikan dan memperbaiki asupan gizi remaja putriku. Adapun temanya adalah Remaja Sehat Bebas Anemia “Gizi Seimbang, Remaja Sehat, Indonesia Kuat”.

Danone Indonesia juga mengadakan Webinar bersama Indonesian Nutrition Association yang membahas Peran Nutrisi dalam Tantangan Kesehatan Lintas Generasi.

Sumber : Youtube Channel Nutrisi Untuk Bangsa

Dimulainya perbaikan gizi pada remaja dan juga program yang membantu remaja dalam memahami pentingnya asupan gizi seimbang diharapkan menjembatani cita-cita menciptakan Indonesia yang Kuat dan Tangguh terlebih dalam menghadapi berbagai kompetisi global di masa mendatang dengan negara-negara luar.

Remaja yang sehat dan kuat bebas anemia pastinya akan lebih fokus dan bersemangat meraih prestasi dan cita-citanya. Dan mereka pun siap berkompetisi membawa dan mengharumkan nama Bangsa Indonesia.

Di sekolah anakku sendiri beberapa kali diadakan pembagian Suplemen Zat Besi untuk penambah darah. Dan ini juga sangat bagus mengingat hak tadi dimana remaja juga seringnya teledor dalam memilih jajanan.

Sebagai kesimpulan buat kita, marilah kita peduli akan setiap asupan para remaja kita, baik anak maupun anak didik kita supaya kelak remaja-remaja ini juga bisa memberikan edukasi yang baik dan penerapan asupan gizi seimbang pada generasi selanjutnya.

Remaja Indonesia bebas Anemia, Negara Indonesia pun bisa lebih kuat dan tangguh menghadapi Kompetisi Global Masa Depan.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x